Jumat, 26 Oktober 2007

Kesalahan yang terindah

Ditulis oleh : Adi


Disini aku mau ceritakan pertanyaan yang ada di hatiku " Apakah aku mencintainya?". Sebetulnya dia adalah saudara tua istriku sebut saja Mira (bukan nama sebenarnya),tetapi umurnya hanya 26 tahun yang mana 3 tahun lebih muda dariku. Dia telah menikah hampir tujuh tahun, namun belum dikaruniai keturunan.


Hal ini berawal dari ketika dia sangat perhatian kepada anak-anakku dan istriku, aku merasa telah terbangun hubungan yang rukun diantara kita. Ketika itu mika selalu menanyakan keadaan istri dan anak-anakku melalui sms dan sebaliknya akupun sering menghubungi dia untuk menanyakan keadaanya karena kutahu suaminya tidak begitu perhatian kepadanya. Pada tanggal 31 Mei 2006 aku berangkat ke lovina untuk menjalani tugas sebagai tour guide yang mana aku ditemani seorang sopir dan dua orang tamu asing. Dalam perjalanan sungguh banyak yang terjadi, singkat cerita dia begitu perhatian sama aku bahkan melebihi perhatian istriku yang mana dia selalu ingat menanyakan aku lagi dimana...ngapain...sudah makan atau belum, mungkin berawal dari sana perasaanku mulai tumbuh. Malam itu kuhabiskan di sebuah motel. Sampai akhirnya pagi pun tiba dan kitapun melanjutkan perjalanan menuju Ubud, dalam perjalanan handphoneku pun berdering, oh ternyata Mira.......kembali lagi dia menanyakan keadaanku....begitu merdu kudengar suaranya. Dalam percakapan itu saya langsung mencoba mengajaknya untuk bisa makan malam berdua atau....just watch a movie....diapun mengiakan ajakanku tapi dia mungkin sudah mulai berpikir kemana arah dari semua ini.


Dua hari kemudian kita bertemu dan makan malam bersama disebuah warung padang, disanalah semua kuungkapkan sejujurnya kalo benih sayang dihatiku sudah mulai tumbuh..dan tanpa kusadari mulutku ini telah mengucapkan kata " I love You" Dia pun tersentak sesaat dan dia sungguh tak percaya pada diriku....samapi-sampai mensnya keluar secara tiba-tiba dan dia berkata " Dik kita harus berpikir dua kali kalo kita sampai selingkuh karena kamu adalah suami adikku, kalo sampai ada yang tahu ini akna menjadi masalah yang sangat besar", saat itu aku merasa malu sekali sampai aku gak berani lagi menatap wajahnya, dan akhirnya pun kita akhiri makan malam itu dan dia pun pulang sendiri tanpa harus ku antarkan.


Beberapa hari kemudian yang mana bertepatan dengan hari ulang tahunnya dia, aku dan keluarga mengajak dia sembahyang ke pura, dan ketika perjalanan pulang kita mampir di sebuah warung surabaya yang terkenal sangat lezat, ketika itu aku dan istriku mengucapkan "Selamat Ulang tahun yang ke 26 Mira". Dia begitu bahagia saat itu karena suaminya sendiri tidak mengingat kalo hari itu adalah hari ulang tahunnya.


Empat hari kemudian aku dan dia pergi kesalon untuk mengecat rambut bersama namun setelah semuanya selesai aku kemudikan mobilku menjauh samapi ke bedugul, aku langsung mengarahkan mobilku kesebuah hotel, dia memang agak terkejut ketika itu tetapi aku mengingatkan dia kalo tidak bakalan terjadi apa-apa, namun gejolak hatipun tak tertahankan setelah kita tidur-tiduran dikamar hotel, perlahan kubelai rambutnya dan aku selalu memberikan rayuan yang bisa membuat dia yakin. Ternyata belaian itupun membuahkan hasil, perlahan kulihat dia juga mulai mendesah, perlahan lagi kudekatkan mulutku kemulutnya dan ciumanpun tak terelakan. Dia berkata " Dik jangan lebih ya..." Tanpa jawab tangan ku pun mulai perlahan turun dan aku remas kedua susunya yang sintal, satu persatu kulepaskan kancing bajunya kemudian kuarahkan ciumanku kelehernya dan perlahan turun...sampai akhirnya kukulum puncak gunung yang indah itu, tanpa kusadari nafsuku tak terbendungkan lagi dengan sigap kedua tanganku mencoba melepaskan celananya, tanpa perlawanan yang berarti akupu berhasil memelorotinya sampai kulihat CD putih tipisnya yang menerawangkan indahnya bulu tipis menutupi si mrs.V. Mulut nakalku mulai menghampiri perut dan perlahan turun menuju CD indah itu. Kini dapat kurasakan kalo V nya sudah mulai membasah pertanda ada ijin untuk lebih dari sekedar itu, perlahan pula lidah nakal ini mulai menjarah ke sela-sela CD tipis itu dia agak mengelak namun rasa mulai menghampiri sanubari yang kesepian, akhirnya pun lidahku sampai ke liang Mrs.V, kemudian mulai kumainkan gerakan-gerakan halus yang membuat dia tak tahan lagi, sungguh tanpa sadar aku telah melucuti semua pakaianku juga terlihat Mr. P ku berdiri tegak menantang dengan muka merah membara, perlahan ku geser tubuh ini sehingga P ku mendekati mulutnya dengan lidahku yang masih asyik memainkan biji kecil yang membuat bibir kekasih hatiku itu mendesis.."ssst...ssst pelan-pelan dik" kata itu terucap begitu halus dari mulutnya yang indah. Kemudian bisa kurasakan kalo Mr. P ku sudah berada persis dilidahnya dengan pijatan-pijatan lembut yang membuat aku semakin garang, saking tidak bisa kutahankan lagi langsung kuangkat kedua betisnya sambil menggeser badanku dan mengarahkan Mr.P ke Mrs.V, perlahan kemudian kudorongkan dengan halus dan dia menjerit tipis "hhhh....hhhhh...hh", kakinya pun mulai naik kepinggangku dan menekan dengan erat sekali, hanya berapa kali genjotan dapat kurasakan cairan mulai membasahi permukaan Mrs,V ternyata dia telah mendapatkan orgasmenya, tanpa tunggu lagi kutambah kecepatan Mr.P yang awalnya lambat menjadi sangat cepat dan diapun menjerit hirsteris sungguh kurasakan kenikmatan yang luar biasa berselang berap menit kemudian sungguh tak bisa kutahankan lagi Mr. P pun memuntahkan semua nafsunya didalam liang Mrs.V. saat itu begitu menyenangkan namun setelah kita mandi dan hendak pulang penyesalan mulai menghantui perasaan kita berdua, sempat tuimben-tumbennya suaminya menelepon dia, dengan jawaban yang agak terpatah-patah dia bilang kalo dia masih disalon.

Hari demi hari berlalu dan kamipun melalui hubungan itu dengan hal-hal yang sama lagi sampai pada suatu hari ternyata Mira hamil dan waktu itu aku hendak menanyakan hal itu namun keburu sang suami datang dan dengan perasaan cemburu membentak Mira. Semenjak itu kemudian hubungan kita menjadi renggang dan bahkan gak ada komunikasi lagi kecuali sewaktu aku pulang bersama istriku kerumah orang tuanya. Kini setiap saat ku melihat Mira dengan menyusui sang anak timbul tanda tanya dalam benakku " Apakah sang anak adalah anakku?". Ingin serasa kupeluk dan kukasihi sang anak yang sangat kuyakini kalau dia adalah buah hatiku namun apadaya semua hanya kenangan yang indah diantara kita.

Sungguh aku merasa bersalah pada istriku yang tercinta namun dibalik semua itu ada pula hikmah yang kita petik karena semenjak ada si cabang bayi suami Mira pun betah tinggal dirumah dan mulai perhatian kepada Mira. Semoga kalian Bahagia selamanya Mira......doaku juga untuk si Bayi yang cantik semoga dia selalu berbahagia...karena takan pernah kuijinkan siapapun menyakitinya..........

Tidak ada komentar: